Serenicare memanfaatkan algoritma Heart Rate Variability (HRV) untuk mendeteksi kecemasan pasien secara objektif dan real-time sebelum tindakan PCI (Percutaneous Coronary Intervention).
Solusi untuk masalah kuesioner subjektif dengan pengukuran fisiologis objektif secara presisi.
Ekstraksi fitur interval R-R menjadi parameter dominan kecemasan pre-operatif seperti SDNN dan RMSSD menggunakan data smartwatch.
Menghapus ketergantungan pada observasi sporadis perawat dengan mentransmisikan data vital pasien ke sistem Triage sentral secara live.
Kuesioner kecemasan digital dua instrumen (HARS dan APAIS) diisi perawat pada dua titik waktu, menjadi pembanding untuk memvalidasi pembacaan HRV dari wearable.
Platform backend mengintegrasikan perangkat wearable IoT dengan dasbor klinis perawat.
Pasien Pre-PCI di ruang tunggu menggunakan smartwatch khusus pengukur detak jantung (PPG).
Wearable secara periodik mengekstrak nilai SDNN dan RMSSD, lalu menembakkan HTTP POST ke API Serenicare.
Sistem mengklasifikasikan level stres/kecemasan pasien berdasar penurunan metrik HRV yang didapat.
Perawat memantau dashboard EWS. Pasien dengan kecemasan tinggi memunculkan alert otomatis, lalu dikonfirmasi lewat kuesioner HARS dan APAIS.
Berbeda dengan aplikasi B2C umum, Serenicare adalah instrumen riset klinis. Pembacaan HRV dari smartwatch harus dibandingkan dengan kuesioner kecemasan yang diisi perawat. Instrumen digital yang dipakai saat ini adalah HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale) dan APAIS (Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale) - menggantikan peran STAI versi digital.
HARS - instrumen utama: 14 item skala 0–4 (total 0–56) yang dinilai perawat lewat observasi terstruktur. Skor HARS inilah yang dikorelasikan langsung dengan metrik HRV.
APAIS - validitas konvergen: 6 item skala 1–5 yang spesifik untuk konteks pra-tindakan, mencakup kecemasan sekaligus kebutuhan informasi pasien. Berfungsi sebagai pembanding sekunder yang menguatkan temuan HARS.
Dua titik waktu (T1 dan T2): keduanya diisi perawat lewat satu wizard - T1 segera setelah masa habituasi 10 menit selesai, dan T2 menjelang pasien dipanggil masuk cath lab.
Korelasi Fisiologis: skor kuesioner disandingkan dengan rata-rata SDNN/RMSSD pada jendela waktu di sekitar pengisian, untuk menguji seberapa akurat algoritma wearable membaca kecemasan.
Bagaimana dengan STAI? State-Trait Anxiety Inventory tetap menjadi bagian dari riwayat penelitian ini, namun kini dipakai sebagai instrumen kertas pendukung dan tidak lagi diinput ke sistem. Data STAI yang sudah terkumpul tetap tersimpan dan ditampilkan sebagai arsip di dashboard maupun laporan komparatif.
Ilustrasi tampilan - bukan data pasien sungguhan.
Dari sisi pasien di smartwatch sampai dashboard perawat dan ekspor data untuk analisis riset.
Daftar pasien aktif dengan SDNN, RMSSD, dan detak jantung terbaru secara real-time. Status kecemasan sedang atau tinggi memunculkan alert otomatis tanpa perlu me-refresh halaman.
HARS dan APAIS diisi berurutan dalam satu alur, untuk T1 dan T2. Begitu masa habituasi pasien selesai, sistem memunculkan pengingat visual bahwa kuesioner T1 sudah waktunya diisi.
Pendataan pasien pre-PCI, pemasangan smartwatch ke pasien, serta pengelolaan akun staf. Menu dan hak akses menyesuaikan peran - Admin, Perawat, atau Dokter.
Ringkasan statistik deskriptif satu kohort: rata-rata SDNN, RMSSD, dan detak jantung, distribusi level kecemasan hasil algoritma, serta ringkasan skor kuesioner per pasien.
Unduh data mentah HRV maupun dataset gabungan siap-analisis yang sudah memasangkan pembacaan HRV dengan skor kuesioner, dalam format CSV untuk diolah di SPSS, R, atau Excel.
Saat koneksi smartwatch terputus, data pengukuran disimpan lokal lalu dikirim susulan. Halaman ringkasan menampilkan berapa banyak data yang masuk sebagai kiriman susulan per pasien.
Tampilan detak jantung dan status kecemasan yang ringkas, dirancang agar tidak membebani pasien.
Visualisasi gelombang estimasi dari pembacaan sensor optik - membantu pasien melihat iramanya sendiri.
Panduan pernapasan tarik–tahan–hembus langsung di pergelangan tangan untuk menenangkan diri sambil menunggu.
Catatan pengukuran terakhir yang tersimpan di perangkat, bisa ditinjau kembali kapan saja.
Platform ini eksklusif untuk staf medis dan admin yang berwenang di Rumah Sakit. Pasien tidak memerlukan akun untuk dipantau.